Tugas Terbaru
Loading...

RFID (Radio Frequency Identification)

RFID (Radio Frequency Identification)




Pengertian Radio Frequency (RF)

Radio frequency (RF) mengarah kepada gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang yang biasa digunakan pada radio communication. Gelombang radio diklasifikasikan menurut frekuensinya, yang diukur dalam Kilo Hertz, Mega Hertz, atau Giga Hertz. Radio frequency berkisar dari Very Low Frequency (VLF), yang besarnya antara 10 sampai 30 KHz, hingga Extremely High Frequency (EHF), yang besarnya antara 30 sampai 300 GHz.

Gambaran Umum Tentang Radio Frequency Identification (RFID)

RFID adalah teknologi yang mudah disesuaikan (fleksibel) dan baik, mudah digunakan, dan cocok digunakan untuk otomatisasi (automatic operation). Alat ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh teknologi system identifikasi jenis lain. RFID dilengkapi dengan kemampuan pembacaan (readonly) ataupun baca tulis (read/write), tidak membutuhkan hubungan tambahan (line-of-sight) untuk pengoperasiannya, dapat berfungsi diberbagai macam kondisi lingkungan yang berbeda, dan memberikan tingkat integritas data yang tinggi. Selain itu, karena teknologi ini sangat sulit untuk ditiru/dipalsukan, RFID juga menyediakan tingkat keamanan yang tinggi.

RFID memiliki konsep yang hampir serupa dengan barcoding. Barcode sistem menggunakan reader dan label kode yang sudah ditambahkan pada tampilan fisik kartu, sedangkan RFID menggunakan reader dan perlengkapan khusus (special RFID devices) yang dimiliki oleh RFID yang sudah ditambahkan pada alat itu. Barcode menggunakan sinyal optikal untuk memindahkan informasi dari label ke reader, RFID menggunakan RF sinyal untuk memindahkan informasi dari RFID device ke reader.

Gelombang radio memindahkan data antar alat menggunakan RFID device yang telah diintegrasikan dan sebuah RFID reader. RFID device dapat memuat data yang berisi informasi tentang identitas alat, misalnya definisi dari alat tersebut, kapan data berpindah dari alat ke RF dalam waktu yang pasti, mungkin diukur dengan menggunakan parameter misalnya temperatur. RFID device seperti tag atau label, dapat mengidentifikasi kartu dan kemudian meneruskan informasinya ke RF transceiver.
Teknologi RFID menggunakan frekuensi antara 50kHz hingga 2,5GHz. Seperti pada Gambar 2.1, yang menerangkan tentang tipikal dari system dilengkapi dengan komponen berikut:
  • RFID device (transponder atau dalam hal ini digunakan kartu) yang menjelaskan data mengenai alat tersebut.
  • Antena yang berfungsi untuk mentransmisikan sinyal RF antara reader dan RFID device.
  • RF transceiver yang membangkitkan RF sinyal.
  • Reader yang berfungsi untuk menerima transmisi data dari RF device dan melanjutkan pengiriman data ke sistem aplikasi untuk diproses.
Dalam hal ini, dasar dari rangkaian RFID dilengkapi dengan aplikasi piranti lunak sebagai pendukung untuk sistem RFID.
Typical RFID System Components

Tansponder/Tag

Sebuah RFID device(Kartu/tag) tidak secara active menghantarkan data kepada reader. RFID device dapat secara active mentransmisikan data ke reader, yang dikenal sebagai transponder
(TRANSmitter+resPONDER), apabila transponder didekatkan kepada reader, sedangkan jika transponder berada diluar jangkauan reader maka tag akan menjadi passive.

Tag ini diprogram untuk menerima data dari transponder jika berada dalam jangkauan reader. Tags bisa berfungsi hanya sebagai pembaca (readonly), atau sebagai baca dan tulis (read/write), atau write one/read many (WORM), dan dapat menjadi active ataupun passive. Pada umumnya, active tags membutuhkan baterai untuk memberikan tenaga kepada tags transmitter atau radio penerima. Biasanya, sebagian besar komponen dalam tag bersifat passive. Oleh karena itu, tag yang active mempunyai ukuran yang lebih besar dan harga lebih mahal dibandingkan dengan tag yang passive. Selain itu, fungsi active tag ditentukan oleh masa active dari baterai. Passive tag dapat berfungsi dengan atau tidak menggunakan baterai, karena passive tag telah diaplikasikan dengan program yang akan active apabila berada dalam jangkauan reader. Passive tag memantulkan transmisi sinyal RF kepada dirinya sendiri dari reader atau transceiver dan menambahkan informasi dengan cara memodulasikan pantulan dari sinyal RF. Passive tag tidak membutuhkan baterai untuk memberikan energi tambahan agar dapat mengactivekan pantulan sinyal RF. Passive tag hanya menggunakan baterai untuk mengatur memori didalam tag atau memberikan energi pada komponen elektronik agar tag dapat memodulasikan pantulan sinyal RF.
Berbagai contoh RFID Tag (Encapsulated)

Antena

Masing-masing RFID dilengkapi, setidaknya, oleh satu antena untuk mentransmisikan dan menerima sinyal RF. Ada sistem yang menggunakan satu antena untuk mengirimkan dan menerima data, dan ada pula sistem yang menggunakan satu antena untuk mengirimkan data dan satunya lagi untuk menerima data. Banyaknya penggunaan dan tipe antena tergantung oleh kebutuhan sistem.
Contoh Penempatan Antena

RF Transceiver

RF tranceiver adalah sumber energi utama dari RF yang digunakan untuk mengactivekan RFID tags. RF transceiver dapat mengakses sebagian atau seluruh data yang terdapat dalam alat. Ketika menyediakan sebagian akses dari alat tersebut, transceiver biasanya berfungsi sebagai RF modul. RF transceiver mengontrol dan memodulasi radio frequency yang dikirimkan dan diterima oleh antena. Filter transceiver dan penguatannya berasal dari pantulan sinyal RFID passive tag.

Reader

RFID reader mengatur RF transceiver untuk menerima sinyal RF, menerima sinyal dari tag melalui RF transceiver, mengkodekan identitas tag, dan mengirimkan identitas tersebut ke database dari tag ke komputer pusat. Reader juga memberikan beberapa fungsi lain. Misalnya, aplikasi ETC termasuk dalam konsep penerimaan data dari input device lain seperti alat pendeteksi (detector), dan pengontrol gerbang maupun lampu. Reader control mengatur pengoperasian reader. Pengguna dapat mengubah pengoperasian dari reader sesuai dengan kebutuhan dengan mengatur perintah (commands) yang dikeluarkan oleh komputer pusat atau lokal terminal.


Sekian dari saya,mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan (Mas Lukman)

0 komentar:

Posting Komentar